Friday, April 29, 2016

RUANG DALAM SENI Penulis: Pustakawan Madya ISBI Bandung

RUANG DALAM SENI
Penulis: Pustakawan Madya ISBI Bandung

A. Pengertian
Seni mencakup pengertian yang sangat luas, masing – masing defenisi memiliki tolok ukur yang berbeda, defenisi yang dikemukakan cenderung menitikberatkan pada sisi teoritir dan filosofi;

Herbert Read dalam bukunya yang berjudul The mean ing of art , menyebutkan bahwa karya seni merupakan usaha manusia untuk menciptakan bentuk bentuk yang menyenangkan.

Suzanne K Langer dalam  bukunya         Principles  of  art oleh Collingwood ( 1974 ) , mengatakan seni merupakan symbol dari perasaan, seni merupakan kreasi bentuk simbolis dari perasaan manusia.

Masih banyak kiranya definisi seni yang lain, sebanyak manusia dimuka bumi ini . Hal ini karena seni merupakan kebutuhan manusia dan merupakan hubungan manusia dan merupakan hubungan yang tak terpisahkan antara manusia, seni, dan lingkungannya.

Subject matter ialah rangsang cipta dalam usahanya untuk menciptakan bentuk bentuk yang menyenangkan . Bentuk menyenangkan adalah bentuk yang dapat memberikan konsumsi batin manusia secara utuh, dan perasaan keindahan kita dapat mendapat harmoni , bentuk yang disajikan serta mampu merasakan lewat sensitivitasnya . Subject Matter sebagai stimulus atau rangsangan yang ditimbulkan oleh objeck. Dalam sebuah karya seni hampir dapat dipastikan adanya subject matter, yaitu inti atau pokok persoalan yang dihasilkan sebagai akibat adanya pengolahan objeck ( baik objeck alam atau objeck image ) yang terjadi dalam ide seorang seniman dengan pengalaman pribadinya.


B. Ruang Tempat Penyajian

Perbatasan karya seni adalah sasaran akhir dan bukan titik pijak , tetapi kita perlu menentukan medan yang harus kita lakukan terhadap hasil pengamatan sementara sebelum menemukan batasan yang mapan . Dikatakan oleh De Witt H Parker  pembatasan tentang seni dan menggangapnya sebagai ekspresi suatu ungkapan . Ungkapan dapat kita lukiskan sebagai pernyataan suatu maksud perasaan atau pikiran dengan suatu medium. Lukisan atau patung adalah ungkapan , sebab merupakan perwujudan dalam warna yang bentuk bentuk ruang tentang gagasan seniman penciptanya mengenai manusia dan alam yang Nampak ( De witt Parker, 1946:13 ).

Suzana K Langer dalam makalah kritiknya, menyatakan bahwa ada hubungan diantara semua seni, terjadinya perbedaan diantara semua seni, terjadinya perbedaan diantara semua seni itu sebenarnya hanyalah perbedaan fisik karena adanya perbedaan medium dan material yang digunakan. Mengenai hal itu mengatakan demikian :

The Interrelation among all the art painting, sculpture and architecture,music, poetry,fiction, dance, and film, and any order you may admit have become a venerable old topic in aesthetics. It has lately become acceptable again to assert that all the arts are really just one “ art “ with a capital A; that the apparen tdifferences between painting and poetry, for istance are superficial due only to the diference of their materials. One artist paints with pigment . The order with word or one speaks in rhyme, and one in images and so forth ( hall, 1981:22 )

Perbedaan di antara semua seni; seni lukis, patung, arsitektur, musik, tari, puisi, piksi, film , kriya dan lain sebagainya mempunyai masalah yang sama di dalam estetika, adapun terjadinya perbedaan diantara seni hanyalah secara fisik, karena penggunaannya material yang berbeda. Perbedaan material yang terjadi di dalam proses cipta seni dalam mewadahi ungkapan perasaan sang seniman , maka terjadi cabang – cabang seni.


Medium merupakan sarana yang dipergunakan untuk menunjang terbentuknya sebuah karya seni. Medium tersebut nantinya merupakan susunan atau konfigurasi dari unsur penciptaan karya seni.

C. Ruang Daya Cipta

Secara indrawi seni dapat dibedakan menjadi beberapa cabang seni, seni visual menunjukan pada suatu keberadaan yang pasti dan sangat tergantung dari indra penglihatan. Jika dibandingkan dengan seni audio, walaupun sama – sama terikat ruang dan waktu seni audio lebih labil. Seni visual dibedakan menjadi dua jenis yakni :
1. Trimatra
2. Dwi Matra

Seni audio tergantung pada alat pendengaran , seni audio visual menunjukan adanya sifat sifat dalam jenis karya seni yang dapat dirasakan dengan dua indera , yaitu penglihatan dan pendengaran, termasuk dalam hal ini jenis cabang seni pertunjukan . Penghayat ataupun penonton akan terlibat dalam proses hayati lewat indera Penglihatan sekaligus pendengaran.

Seniman, Karya seni, dan penghayat merupakan tiga komponen utama pendukung kehidupan seni. Tidak satupun komponen tersebut dapat diabaikan keberadaannya. Karena kesatuannya yang dinamis memungkinkan seni hidup dan berkembang dalam masyarakat.Ketiganya saling interaksi yang dinamis dan kreatif, maka seni hidup dan berkembang dengan prosesnya yang kreatif , maka seni hidup berkembang dengan prosesnya yang kreatif dan dinamis pula ( HB .Sutopo;1991 )
Pementasan / Penyajian / Pameran seni merupakan salah satu bentuk aktivitas yang memungkinkan terjadinya interaksi tiga komponen tersebut dalam menembus keterbatasan. Pentas /pameran merupakan rekayasa yang dirancang bagi penghayatseni secara lebih luasdan efektif. Ia seharusnya menemukan maknanya yang hakiki, yang dirasakan baik oleh seniman maupun penghayatnya.

Pentas / pameran diharapkan menjadi ajang dialog yang kreatif antara nilai nilai artistic dengan nila nilai estetikanya, yang keduanya bertemu dalam konteks perpaduan yang diwarnai beragam maknanya yang sangat manusiawi dan demokratis. Sebuah dialog seni yang demokratis yang dilandasi ragam kehidupan batiniah yang berbeda yang mampu menciptakan makna yang tak perlu seragam, namun memungkinkan hadirnya suatu kepuasan yang sama yaitu kepuasan pengalaman emosional, disertai dengan maknanya yang mendalam , yang sanggup mempercayai kehidupan batiniah yang akan bermanfaat didalam mewarnai perjalanan hidup manusia secara utuh ( HB Sutopo;1991 ).

(1). Tingkatan pengamatan terhadap kualitas material,warna,suara, gerak,  sikap dan banyak lagi sesuai dengan jenis seni dan fisik lain.
(2). Penyusunan dan pengorganisasian hasil pengamatan merupakan konfigurasi dari struktur bentuk bentuk pada yang menyenangkan dengan pertimbanganharmoni, kontras, balance, unity yang selaras atau kesatuan yang utuh.
(3). Susunan hasil proses ( pengamatan ) juga dihubungkan dengan perasaan atau emosi, yang merupakan hasil interaksi antara persepsi memori dengan persepsi visual.

Kata Kunci: Seni, Ruang, Tempat

No comments:

Post a Comment