Thursday, April 28, 2016

Kujang Pada Lambang Organisasi Masyarakat Sunda Penulis: Novian Denny Nugraha

Kujang Pada Lambang Organisasi Masyarakat Sunda
Penulis: Novian Denny Nugraha

Eksistensi Kujang pada Lambang Organisasi Masyarakat Sunda di Jawa Barat, sebagai artefak khas masyarakat Sunda yang mengandung filosofis dan simbolis serta estetis yang dalam. Fenomena penguatan eksistensi identitas Kujang ini, terlihat juga pada kelompok penggemar music anak-anak muda kota Bandung. Komunitas  penggemar music metal yang nota bene merupakan kelompok masyarakat  yang sarat menggunakan symbol-simbol Barat, baik dari cara bermusik dan budaya visualnya, menggunakan Kujang sebagai identitas kelompoknya.
Perwujudan atau eksistensi symbol Kujang pada Organisasi Masyarakat Sunda ini, nerupakan perkembangan yang positip apabila dilihat dari sisi penguatan identitas entitas masyarakat Sunda, karena dengan adanya kesadaran penggunaan identitas dan artefak ke Sundaan ini, maka akan menguatkan eksistensi, sekaligus sebagai faktor pembeda dalam kemajemukan Indonesia ataupun dunia yang multi etnis.

Dalam penelitian ini, digunakan metode kajian analisis semiotic yang merujuk kepada analisis struktur bentuk, makna dan fungsi juga interelasi antar simbolnya. Metode Qualitatif deskriptif Interpretatif digunakan dengan tujuan untuk mengetahui kedalaman nilai dari kujang, mengetahui sikap organisasi masyarakat Sunda terhadap Kujang.
Hasil penelitian menunjukan, bahwa kujang mempunyai kedalaman makna yang tinggi secara simbolis, filosofis dan estetik, serta merupakan sebuah identitas yang dibangun oleh nilai-nilai primordial dan ketidak sadaran kolektif masyarakat Sunda, yang secara struktur mempunyai hubungan yang kuat antar elemennya.

Kualitas Nilai dari Kujang sebagai artefak khas masyarakat Sunda tidak sekedar benda fungsional yang merujuk kepada struktur cultural masyarakat Sunda yang mempunyai kultur peladang, tetapi juga mempunyai nilai-nilai filosofis, simbolis, dan estetis yang tinggi, yang merujuk kepada kedalaman makna dari Kujang.
Nilai pada tataran filosofis simbolis Kujang merepersentasikan tahapan dan tujuan hidup masyarakat Sunda, yang senantiasa diarahkan kepada kesadaran “ilahiah” menuju pencerahan hidup, yang dalam terminology konsep Kujang disebut Suwung Caang, Ca-wa-Nga, atau bersifat “manusia cahaya”, sebagai sebuah konsep kesadaran transedental dan sacral manusia Sunda.

Kata Kunci: Kujang, Mayarakat Sunda, Makna, dan Fungsi.


No comments:

Post a Comment