Thursday, April 28, 2016

Formula Ornamen Dalam Tembang Sunda Cianjuran Penulis: Rosliani

Formula Ornamen Dalam Tembang  Sunda Cianjuran
Penulis: Rosliani

Tembang Sunda Cianjuran merupaakan seni pertunjukan sekar gending yang terdiri atas: penembang, pemain kacapi indung, pemain kecapi rinciki, dan pemain suling/rebab. Laugu-lagu dalam tembang sunda cianjuran dibagi ke dalam beberapa wanda, yaitu: papantunan, jejemplangan, dedegungan, rarancagan, kakawen, dan panambih. Cara membawakan lagu pada setiap wanda tentunya berbeda, yakni memerlukan keterampilan khusus. Setiap wanda lagu mempunyai karakter masing-masing dalam cara membawakannya.

Penelitian ini mengkaji tentang formula ornament dalam tembang sunda cianjuran. Adapun permasalahannya terdiri atas tiga bagian, yaitu: (1) bagaimana hubungan antara melodi, rumpaka, dan dongkari dalam lagu-lagu tembang sunda Cianjuran?; (2) bagaimana formula ornament dalam lagu-lagu tembang sunda cianjuran?; dan (3) mengapa para penembang yang sudah mumpuni dan berpengalaman sebagai penembang kecendrungannya memiliki gaya yang berbeda dalam mebangun formula ornamennya?.

Hasil penelitian menunjukan, pertma dalam lagu-lagu tembang  sunda cianjuran, baik yang termasuk pada wanda papantunan, jejemplangan, dedegungan, rarancagan, maupun kakawen, hubungan antara melodi, rumpaka, dan dongkari  sangat erat, dan satu sama lain saling ketergantungan. Dalam arti, keberadaan “melodi” pada lagu-lagu tembang sunda cianjuran cukup mengikat terhadap keberadaan ornament dan rumpaka lagu. Hubungan antara melodi dan rumpaka terjalin secara silabis atau melismatis.

Kedua, formula ornament dalam tembang sunda cianjuran terbentuk atas dau, tiga, empat, lima, enam, atau tujuh jenis dongkari. Keenam formula ornament ini dapat dikelompokan ke dalam dua jenis, yaitu: formula ornament tetap dan formula ornament variatif. Pada semua lagu tembang sunda cianjuran yang dianalisis dengan menampilkan empat orang penembang, ditemukan penggunaan dan penempatan dongkari yang kecendrungannya sama dari setiap penembang. Namun, pada bagian-bagian lagu tertentu ditemukan pula perbedaan penggunaan dan penempatan dongkari dari keempat penembang tersebut. Atas dasar hasil temuan ini, dapat dikatakan bahwa ornament dalam lagu-lagu tembang sunda cianjuran ada sifatnya mutlak, dan ada pula yang sifatanya tidak mutlak sebagai variasi atau gaya individu dari para penembang.

Ketiga, dari hasil studi komparatif terhadap empat penembang ditemukan sejumlah “formula ornament variatif” yang muncul dari masing-masing penembang. Munculnya formula ornament variatif dari setiap penembang ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: (1) memeiliki keterampilan dan pengalaman dalam menggeluti dunia tembang sunda cianjuran, baik secara prakktik maupun nonpraktik (pengetahuan); (2) memiliki kekayaan perbendaharaan seni (khususnya seni vocal); dan (3) belajar dari guru yang berbeda.
Kata Kunci: tembang sunda cianjuran, ornament, formula.

No comments:

Post a Comment