Paradoks Visual Permainan Slepdur Pada Komunitas Hong Di Bandung/Diajukan oleh Erna Nurmalinda-. Bandung: Pascasarjana STSI, 2014
Visual Permainan Slepdur sebagai permainan tradisional yang dapat digolongkansebagai pertunjukan gabungan antara verbal dan non verbal, yang lahir dari harmoni gerak dengan suara, sehingga menghasilkan bentuk- bentuk berupa konfigurasi, pose-pose dan pola-pola imajinatif. dengan mengedepankan ekspresi dan dialog. Pengemasan Visual dan iringan sebagai isi pesan dalam Permaianan Slepdur di Komunitas Hong, meliputi unsur yang dapat dimaknai secara langsung, misalnya artefak pertunjukan permainan, dan unsur yang dimaknai secara tidak langsung, yakni unsur visual yang lahir dari harmoni gerak dengan suara (iringan permainan) sehingga menghasilkan bentuk- bentukberupa konfigurasi, pose-pose dan pola-pola imajinatif.
Analisis data dalam penelitian Visual Permainan Slepdur menggunakan metode kualitatif.Metode kualitatif sangat berhubungan dengan data, dengan pertimbangan melakukan penelitian dalam latar yang sesungguhnya sehingga objek tidak berubah, baik sebelum maupun sesudah dilakukan suatu penelitian. Landasan teoriEstetika Paradoks dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Wujud visual yang tercipta pada permainan slepdur yang di ekspresikan oleh anak-anak pada Komunitas Hong dilihat melalui pola-pola imaginer Visual Statis dan Visual Dinamis, yang terbentuk ketika anak akan memulai permainan slepdur hingga anak melakukan permainan..
Paradoks Visual sebagai sebuah konsep dalam membaca Permainan Slepdur yang menggambarkan konsep paradoks yakni; bagaimana penggambaran konsep harmoni kehidupan. Paradoks digambarkan melalui peristiwa permainan slepdur yang terjadi dari adegan-adegan, iringan, bentuk, dan struktur permainan. Konvigurasi pada Permainan Slepdur sebagai suatu penanda peleburan ruang antar subjek permainan dengan para peserta permainan terdiri dari pasangan-pasangan pertentangan tetapi saling melengkapi, saling menjelaskan, saling mengadakan, bahwa segala sesuatu berasal dari sumbernya yang ultima, yang disebut “Yang Tunggal”. Dalam Visual Permainan Slepdur tidak ada peserta yang menjadi kalah atau menang.
Semua peserta permainan slepdur menjadi pemenangnya. Permainan baru akan berhenti ketika anak-anak benar-benar merasa cape. Visual Permainan Slepdur pada Komunitas Hong merupakan Paradoks yang memiliki makna berupa Alih Peran, Dia adalah Aku, Aku adalah Dia.Inti dari permainan slepdur, bahwa anak belajar untuk toleransi, terbuka, penuh pengertian, penuh penerimaan, bisa menerima yang berbeda, bisa lebih humoris (bersenang-senang), tidak ada yang menderita yang membentuk sikap masyarakat sunda.
Kata Kunci: Paradoks Visual, Permainan Slepdur, Makna, Konfigurasi, Komunitas
Hong
No comments:
Post a Comment