Oleh Deni Hermawan, dkk.
Istilah Angklung memiliki dua pengertian yang berbeda: sebagai alat musik dan sebagai bentuk seni pertunjukan. Sebagai alat musik, Angklung ialah sebuah alat musik yang ter¬buat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Sebagai bentuk seni pertunjukan, Angklung ialah sebuah bentuk seni pertunjukan yang menggunakan alat musik yang disebut Angklung. Baik sebagai alat musik maupun sebagai bentuk seni pertunjukan, Angklung kaya akan nilai, seperti nilai ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, etika, moral, dan lain-lain, yang sangat berkaitan dengan industri kreatif dan pembentukan karakter bangsa. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan Angklung sebagai media untuk industri kreatif dan pembentukan karakter bangsa.
A. Angklung Sebagai Wahana Industri Kreatif
a. Sebagai Alat Musik
Dalam kapasitasnya sebagai alat musik, Angklung merupakan satu bentuk alat musik yang terkena sentuhan kreatif. Dalam arti, Angklung merupakan satu bentuk alat musik hasil kreativitas indivi¬du pembuatnya. Sebagai satu bentuk alat
musik yang terkena sentuhan kreatif, hal ini terbukti dari variasi bentuk alat musik tersebut. Sebagai contoh kasus, di bawah ini dapat dilihat beberapa variasi bentuk Angklung, yaitu: Angklung standar (Angklung Daeng/Udjo), Angklung Dogdog Lo¬jor, Angklung Baduy, Angklung Buncis Banten Kidul, Angklung Buncis Cigugur, Angklung Gubrag, dan Angklung Badeng.
b. Sebagai Bentuk Kesenian
Dalam kapasitasnya sebagai satu ben¬tuk kesenian, Angklung merupakan satu bentuk kesenian yang juga terkena sentuhan kreatif. Sentuhan kreatif ini tampak pada variasi bentuk penyajian Angklung oleh para senimannya.
B. Angklung Sebagai Wahana Pemben¬tukan Karakter Bangsa
Sebagai alat musik (bentuk fisik), Angklung memiliki makna, meliputi: makna filosofis dan makna religius, yang dapat dijadikan materi dalam pendidikan (pem¬bentukan) karakter bangsa, baik di seko¬lah maupun di luar sekolah. Kedua makna tersebut perlu diinformasikan kepada pe¬serta didik agar mereka mengetahui serta menyadari akan bagaimana pentingnya kedudukan, fungsi, nilai, dan makna Angklung di dalam kehidupan masyarakat, salah satunya masyarakat Kanekes..(Jurnal Seni & Budaya Panggung Vol. 23, No. 2, Juni 2013: 109 - 209 )
Kata kunci: Angklung, industri kreatif, pembentukan karakter bangsa
No comments:
Post a Comment