Thursday, April 7, 2016

TINJAUAN MUSIKAL TERHADAP PUPUH HASIL KREATIVITAS KOKO KOSWARA

TINJAUAN MUSIKAL TERHADAP PUPUH HASIL KREATIVITAS KOKO KOSWARA/ Oleh Indraika.

Keberadaan seni sastra pupuh dewasa ini telah berkembang dan telah menjadi bagian dari seni karawitan, salah satunya pupuh sekar tandak. Pupuh sekar tandak merupakan pupuh yang diciptakan oleh Koko Koswara pada tahun 1961. Pupuh sekar tandak masih bertahan hingga saat ini, hal tersebut dapat dilihat dari bentuk pertunjukan, pembelajaran, buku, audio, dan audiovisual. Koko Koswara telah mampu memunculkan bentuk, serta gaya yang baru dalam dunia pupuh. Aturan pupuh yang terdiri dari guru wilangan, guru lagu, dan jumlah padalisan pada pupuh sekar tandak sudah tidak digunakan lagi.

Dalam kebudayaan sastra Sunda terdapat khasanah 17 pupuh yang diadopsi dari seni sastra Jawa. Dalam kebudayaan Sunda, pupuh dikelompokkan menjadi dua kelompok , yaitu Sekar Ageng dan Sekar Alit. Pupuh yang termasuk ke dalam Sekar Ageung meliputi pupuh Kinanti, Sinom, Asmarandana, dan Dangdanggula yang sering disebut dengan pupuh KSAD. Sedangkan 13 pupuh lainnya dikelompokkan ke dalam Sekar Alit, yakni Pangkur, Durma, pucung, Wirangrong, Balakbak, Mijil, Lambang, Ladrang, Gurisa, Magatru, Gambuh, Jurudemung dan Maskumambang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk memperdalam analisis fakta yang didapat, penulis menggunakan konsep sastra dalam pupuh yang dikemukakan oleh Atik Soepandi dan teori karawitan Sunda yang dikemukakan oleh Lili suparli. Sedangkan untuk membedah kebaruan dari pupuh sekar tandak, penulis menggunakan teori kreativitas yang dikemukakan oleh Dedi Supriadi

Dari beberapa teori tersebut bertujuan untuk membedah fenomena musikal sehingga dapat menemukan karakteristik musikal pupuh sekar tandak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pupuh sekar tandak memiliki nilai kesederhanaan yang dapat mudah diikuti dibandingkan dengan pupuh dalam bentuk lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari permainan tempo yang dominan menggunakan tempo sedang dan penyajiannya terpaku pada aturan birama.

Kata Kunci: Eksistensi, Musikal, Pupuh Sekar Tandak

No comments:

Post a Comment