ORNAMEN PADA BANGUNAN DI “UTAMA MANDALA” PURA AGUNG WIRA LOKA NATHA CIMAHI-JAWA BARAT: Hubungan Spasial Antar Ornamen yang Diterapkan pada Bangunan di Utama Mandala, Pura Agung Wira Loka Natha, Cimahi-Jawa Barat.
Ornamen merupakan salah satu elemen yang tidak dapat dipisahkan dari arsitektur tradisional Bali, khususnya pura. Selain sebagai sarana peribadatan, pura juga mengandung nilai spiritual yang memuat ajaran agama Hindu yang tesirat dari ornamennya. Di Pura Agung Wira Loka Natha, berbagai kegiatan ibadah dilakukan secara rutin oleh umatnya. Kegiatan tersebut di antaranya sembahyang yang dilakukan secara individu maupun upacara besar keagamaan yang dilakukan oleh umat Hindu dalam jumlah besar.Pura ini termasuk dalamkategori Pura Kahyangan Jagad, dimana setiap umat Hindu dapat beribadah, tanpa membedakan kasta, desa, maupun profesinya.
Kegiatan peribadatan umat memusat di area utama mandala yang terletak di bagian dalam pura. Di area ini,umat melakukan prosesi sembahyang dengan menyembah Sang Hyang Widi Washa(Tuhan Yang Maha Esa) melalui bangunan pelinggihpadmasana.Padmasana adalah bangunan utama yang dipuja, dan diupacarai di Pura Agung Wira Loka Natha dengan ornamen Singgasana sebagai simbol stana Sang Hyang Widi Washa.
Penelitian ini mengkaji hubungan spasial yang ada pada ornamen di pura dengan objek penelitian ornamen pada Pura Agung Wira Loka Natha, Cimahi-Jawa Barat. Ornamen yang diteliti dikhususkan pada ornamen yang diterapkan pada bangunan pelinggihpadmasanadan panglurah serta bangunan pelengkap penyempurna upacara dikarenakan bangunan-bangunan tersebut memiliki hubungan simbolik yang berkaitan dengan prosesi sembahyang umat yang berpusat pada bangunan padmasanadan panglurah.
Bangunan pelengkap penyempurna upacaradiantaranya kori agung dan aling-aling. Dengan metode analisis deskriptif, ornamen yang ada pada bangunan pelinggihdan bangunan pelengkap penyempuran upacara dibaca sebagai bahasa rupa yang memiliki dimensi ruang dan waktu berdasarkan makna simboliknya. Dengan demikian, keterkaitan ruang dan waktu yang terkandung pada ornamen membentuk hubungan spasial, dan menjadi sistem pembacaan yang setelah dianalisis memuat ajaran pokok agama Hindu. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya ajaran mengenai hakikat atman (jiwa manusia) dan hakikat Brahman (Tuhan Yang Maha Esa/ Sang Hyang Widi Washa) yang terkandung pada ornamen yang diterapkan pada bangunan pelinggih dan bangunan pelengkap penyempurna upacara di Pura Agung Wira Loka Natha.(Tesis. Febry Maharlika, 2014)
Kata kunci : ornamen, pura, simbolik, spasial

No comments:
Post a Comment