Bambu adalah salah satu pohon dari sekian banyak pepohonan yang tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti halnya Indonesia. Masyarakat Indonesia sejak dulu telah menggunakan dan memanfaatkan bamboo sebagai kebutuhan hajat hidup sehari-hari sebagai: Perabotan dan peralatan rumah tangga; material pembuatan rumah; alat berburu; keamanan, olah raga; tanaman pelindung; tanaman hias; alat pertanian, perikanan, peternakan; asesoris rumah, dan lain sebagainya.
Pohon bamboo sangat besar manfaatnya dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya, karena pohon yang beragam itu dapat tumbuh dan berkembang biak disembarang tempat dengan ketinggian antara 1 s.d. 2000 m di atas permukaan laut, sehingga mampu menahan goncangan serta pengikisan tanah yang mengakibatkan banjir, menahan tiupan angin, menyimpan serapan air tanah melalui akar serabutnya yang kemudian disimpan menjadi air tanah.
Kegunaan dan kemanfaatan bamboo untuk kehidupan lainnya, adalah dengan digunakannnya untuk pembuatan alat-alat music yang kemudian dijadikannya sebagai media untuk berbagai kegiatan, seperti: upacara penghormatan kepada Dewi Sri atau Dewi Padi (Angklung Kanekes Baduy), upacara khitanan (Angklung Buncis), upacara hulu cai (Angklung Nanggerang), sarana atau media penyebaran agama Islam (Angklung Badeng), dan beberapa jenis music bamboo lainnya sebagai sarana hiburan atau kalangenan.
Kaitannya dengan seni, pohon bamboo telah dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan instrument yang sangat berkaitan erat dengan seni music, seniman dan karyanya. Karya seni yang dihasilkan atas kreativitas para seniman pada awalnya telah digunakan sebagai sarana upacara, hiburan dan pertunjukan.
Sejalan dengan perkembangan zaman, music bamboo buhun yang hidup pada zaman bihari (dahulu), pada zaman kamari atau kemarin (kreasi-1) music bambu tradisi berinteraksi dengan music etnik lainnya di kawasan nusantara termasuk music asing (luar atau barat)
Perkembangan pada zaman kiwari atau sekarang (kreasi-2) berlanjut bersamaan dengan perkembangan masyarakat pendukungnya yang telah membuka peluang dimana music bamboo berinteraksi baik bentuk idiom maupun mediumnya. Dari perpaduan tersebut telah membawa dampak positif dan negative pada bentuk khaqsanah kekaryaan music bamboo itu sendiri.(Abun Somawijaya: Jurnal Awilaras, Vol. 01 Juli 2014))
Kata Kunci: Bambu, Musik, Seni-seniman-Karya.
No comments:
Post a Comment