Monday, April 4, 2016

Makna Dan Nilai Kidung BANYU PITU Pada Upacara Selamatan Memitu Di Desa Kedokan Agung

Makna Dan Nilai Kidung BANYU  PITU Pada Upacara Selamatan Memitu Di Desa Kedokan Agung Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu/ Oleh Melsya Firtikasari. – Bandung : Pascasarjana STSI, 2014.

Penulisan tesis ini membahas tentang tata cara pertunjukan Kidung Banyu Pitu pada Upacara Selamatan Memitu. Kesenian Kidung Banyu Pitu merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Desa Kedokan Agung Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu yang dilantunkan oleh seorang pujangga, Kidung Banyu Pitu ini berkaitan dengan upacara adat ritual yang dilaksanakan setiap Memitu.

 Kidung Banyu Pitu merupakan bagian dari upacara selamatan Memitu yang dipercayai oleh masyarakat setempat agar ibu dan janin selalu dijaga dalam kesejahteraan dan keselamatan bagi masyarakat Kedokan Agung. Dalam penyajiannya, Kidung Banyu Pitu biasanya hanya dilakukan lantunan oleh satu orang pujangga. Lantunan tersebut bukan hanya lantunan biasa, melainkan sangat berkaitan dengan kalimah tauhid. Kidung Banyu Pitu terdapat dalam Kitab Mustika Rancang.
Gambaran dari kalimat Syahadat. Dalam penyajian Kidung Banyu Pitu penulis melihat adanya bentuk-bentuk simbol yang mengandung makna bagi masyarakat pendukungnya. Makna bentuk-bentuk simbol tersebut sangatlah menarik untuk ditelaah mengingat perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia yang sedang menuju ke arah masyarakat modern telah membawa perubahan pada kebudayaan kita yang bersifat simbolis itu.

Kini, pandangan hidup dan sikap sebagian masyarakat mulai bergeser ke arah aspek yang cenderung dianggap lebih rasional. Masyarakat seakan kurang percaya lagi pada keleluhuran makna-makna yang tersembunyi di balik simbol-simbol. Penulis meyakini bahwa makna dan nilai simbol dari Kidung Banyu Pitu pada upacara selamatan Memitu tersebut dapat mencerminkan pola kehidupan masyarakat tempat kesenian tersebut berkembang, dengan kata lain kesenian Kidung Banyu Pitu pada upacara selamatan Memitu akan dapat menggambarkan perilaku sehari-hari dari masyarakat pendukungnya.

Kata kunci: Kidung Banyu Pitu, upacara Memitu

No comments:

Post a Comment