Wednesday, April 6, 2016

Konsepsi Filosofis di Balik Musik Sholawat Campurngaji

Konsepsi Filosofis di Balik Musik Sholawat Campurngaji /Oleh Bambang Sunarto

 Di kampung Debegan, Kalurahan Mo¬josongo, Kecamatan Jebres, Surakarta ada musik yang disebut musik Sholawat Cam¬purngaji. Wujud musik ini mengacu pada musik Campursari sebagai referensi artis¬tik. Musik ini adalah musik hibrida berkarakter pop-rakyat, yang terbentuk oleh dialektika antara (1) musikalitas pop, (2) musikalitas tradisi etnik, dan (3) semangat ke-Islam-an.

Di balik musik ini terdapat konsep¬si filosofis yang menentukan wujud dan intensitas makna dari musik itu. Artinya, di balik musik Sholawat Campurngaji ada konsep- konsep yang mendasari eksis¬tensi musikal dan pertunjukannya. Kon¬sep-konsep itu adalah prinsip yang dipilih para kreator, yang dijadikan dasar  argumen bagi maksud dan wujud kreativitas dengan segala hasilnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap konsepsi filosofis di balik realitas musikal dan per¬tunjukan musik Sholawat Campurngaji. Utamanya adalah sesuatu yang tersemai dalam gagasan, sebagai pijakan bagi ek¬sistensi musik Sholawat Campurngaji.

Konsepsi filosofis pada dasarnya ada¬lah makna yang menjadi acuan bagi ek¬sistensi musik ini. Makna selalu memiliki “sifat intrinsik” (Leech, 2003: 7). Makna fi¬losofis adalah nilai-nilai yang ada di balik benda atau peristiwa. Nilai-nilai yang ter¬kandung dalam suatu benda atau peris¬tiwa tersimpul hubungan antara ben¬da atau peristiwa dengan subyek yang berhubungan dengannya (Gazalba, 1978: 483). Jadi, makna filosofis adalah dimensi aksiologis suatu benda atau peristiwa.

Di balik musik ini juga terkandung nilai-nilai, berupa gagasan yang termanifestasikan ke dalam bentuk musikalitas, serta tujuan-tujuan yang menjadi harapan dari kreator musik ini. Ini berarti, di balik musik Sholawat Campurngaji terdapat keyakinan, terkait dengan maksud un¬tuk membangun “image” dalam pikiran audiensnya. Di balik musik ini terdapat pemikiran dalam bentuk blue print musi¬kalitas.

Hakikat asumsi dasar adalah nilai-nilai etik dan estetik maupun ide garap yang menjadi dasar dari wujud musik dan per¬tunjukan. Jadi, telah ada substansi yang berperan memberikan arah kreativitas da¬lam membentuk musikalitas dan penyaji¬annya. Substansi yang berperan memberi arah kreativitas itu adalah (1) asumsi prak¬tis, dan (2) prinsip berkarya. Asumsi prak¬tis yang menjadi dasar kreativitas adalah konsepsi mèlu payu, dan konsepsi ngêmban amanat. Prinsip berkarya yang juga sangat menentukan kinerja kesenimanan para kreatornya adalah konsep gujêngan fikih, adaptasi dan sinkretisasi, serta estetika dakwah.( Jurnal Seni & Budaya Panggung Vol. 23, No. 2, Juni 2013: 109 – 209)

Kata kunci: konsepsi filosofis, musik sholawat Campurngaji

No comments:

Post a Comment