Wednesday, April 6, 2016

Angklung Sered Balandongan

Angklung Sered Balandongan : Suatu Kajian Tentang Pergeseran Fungsi Dari Kalangenan Ke Pendidikan/ Agus Ahmad Wakih. – Bandung : Pascasarjana STSI, 2013.
Xiii;190 hal.; ill.; 23 cm.

Angklung merupakan salah satu instrument yang terbuat dari bambo yang dimainkan dengan cara digetarkan/digoyangkan. Permainan angklung dianggap sebuah pertunjukan yang sangat sederhana sehingga mudah dipelajari, baik oleh anak kecil, remaja, atau dewasa, dikarenakan teknik permainannya hanya cukup digetarkan atau digoyangkan dengan jemari tangan. Jadi angklung mudah dimainkan oleh semua kalangan. Hanya dengan memainkan ritmis saja, angklung sudah bisa dimainkan untuk pergelaran sederhana.

Angklung merupakan alat music tradisional yang berkembang di masyarakat khususnya Jawa Barat. Tidak diketahui kapan angklung pertama kali dibuat dan digunakan. Alat music ini sangat berkaitan erat dengan bambo. Selain digunakan untuk alat music (isntrumen), bamboo biasanya sering digunakan untuk membuat rumah, parabot rumah tangga. Dan kerajinana.

Angklung sered adalah pertunjukan kesenian mengadu kekuatan fisik dnegan menggunakan waditra angklung dengan cara saling dorong (silih sered=sunda). Fisik yang diadukan adalah betis, lengan, dan bahu. Asal mulanya angklung sered ini hanya dijadikan sebagai tangara, kemudian berubah menjadi kalangenan, dan berubah lagi menjadi ajang kekuatan. Fungsi awalnya adalah sebagai ajang adu jajate, kemudian berubah menjadi hiburan, dan kini dijadikan sebagai media pendidikan yang dikembangkan dalam mata pelajaran seni budaya pada ekstrakurikuler dilembaga formal.

Angklung sered yang tadinya berupa pertunjukan mengadu kekuatan dengan menggunakan kekuatan magis, kini ketika dijadikan sebagai media pendidikan di sekolah, perubahan itu sangat jelas. Unsur magis dengan sendirinya hilang dan pengembangan instrument yang asalnya hanya angklung, dogdog, kendang, dan kempul, kini mengalami penambahan, tarompet misalnya selain untuk memelodikan, juga untuk mengharmoniskan music, sementara rebana digunakan untuk memberikan warna musik sendiri. Metode yang digunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa angklung sered mengalami pergeseran fungsi yang dari awalnya berfungsi sebagai tanggara untuk menginformasikan kepada masyarakatnya ada penjajah datang, sekarang menjadi sarana kalangenan dan hiburan dan menjadi media pendidikan.

Kata Kunci; Angkung sered, perubahan, fungsi, balandongan.

No comments:

Post a Comment