Friday, April 1, 2016

Dalam Konteks Kenyamanan Penggunaan Studi Kasus Ruang Studio dan Ruang Eksperimen Pada STSI-Bandung

Dalam Konteks Kenyamanan Penggunaan Studi Kasus Ruang Studio   dan Ruang Eksperimen Pada STSI-Bandung/ Penyadur : Pustakawan Madya Isbi.

Desain Interior dari beberapa ruang pembelajaran praktik dan penciptaan seni pertunjukan yang berada di STSI Bandung, yaitu Ruang Tjetje Soemantri dan Ruang Eksperimen yang keduanya berada di Jurusan Seni Tari, serta Ruang Manikomala yang berada di Jurusan Seni Karawitan, merupakan desain interior ruang-ruang yang menjadi objek penelitian ini.

Kajian yang dilakukan berkaitan dengan kenyamanan penggunaan desain interior ruang-ruang tersebut, melalui analisis tingkat kesesuaian fungsi-fungsi ruang dan kelengkapannya yang telah diterapkan di dalam desain interior ruang-ruang tersebut, terhadap kebutuhankebutuhan dari masing-masing penggunanya dalam melakukan aktivitas belajar praktik tari, menciptakan karya seni tari, dan praktik menabuh gamelan.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif interpretatif, yang dilanjutkan dengan perencanaan desain interior. Ditinjau dari tanda-tanda yang ada pada desain di setiap komponen desain interiornya (lantai, dinding, ceiling, furnitur, dan asesoris),

Desain interior Ruang Tjetje Soemantri, Ruang Manikomala, dan Ruang Eksperimen, sudah pernah dibuat sebelumnya berdasarkan pada kebutuhan penggunanya masing-masing, tetapi bila dilihat dari kondisi faktual saat ini, dengan berdasarkan pada teori desain interior dan teori fungsi Victor Papanek, ditemukan bahwa desain interior dari ke-tiga ruang tersebut secara umum hanya baru dapat memenuhi kebutuhan pada sisi fungsi aspek asosiasinya saja, dimana penyelesaian desain setiap komponen desain interiornya baru mencapai pada tingkat dapat memberikan gambaran keterkaitannya dengan identitas pengguna dan aktivitas yang dilakukannya di dalam ruang-ruang tersebut.

Sedangkan pada fungsi aspek metode, guna, kebutuhan, telesis, dan estetik masih perlu dilakukan penyempurnaan, sehingga dapat mencapai tingkat kenyamanan penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan sebenarnya dari setiap pengguna, yaitu mahasiswa, pengajar, pangrawit, dan teknisi, di masing-masing ruang. Bentuk upaya penyempurnaan desain interior ke-tiga ruang tersebut, dalam penelitian dilakukan dengan cara membuat karya perencanaan model desain interior yang bersifat ’re-design‟, sebagai sebuah tawaran untuk solusi dari permasalahan yang ditemukan pada hasil analisis dari penelitian ini.(Boyke Arief: Tesis, 2014)

Kata kunci: Kenyamanan Penggunaan, Desain Interior, Ruang Pembelajaran dan Penciptaan Seni Pertunjukan.



No comments:

Post a Comment