Friday, April 1, 2016

Pergeseran Peran dan Fungsi Lesung Sunda : Kajian Sebuah Artefak Sunda Di Desa Mandalasari Kecamatan Cipatat Rajamandala Kabupaten Bandung Barat

Pergeseran Peran dan Fungsi Lesung Sunda : Kajian Sebuah Artefak Sunda Di Desa Mandalasari Kecamatan Cipatat Rajamandala Kabupaten Bandung Barat./Penyadur. Pustakawan Madya ISBI.

Lesung Sunda merupakan salah satu alat pertanian yang telah mendampingi para petani dan ibu rumah tangga di Tatar Sunda, sejak ratusan tahun yang lalu.

Lesung Sunda adalah alat untuk menumbuk padi tradisional berbahan dasar kayu. Lesung Sunda ditemani halu sebagai alat penumbuknya berupa tongkat panjang berbahan dasar sama dengan lesung. Lesung dan halu ibarat lingga dan yoni, keduanya merupakan dualitas yang ada pada budaya Sunda. Lesung Sunda memiliki cirri yang khas pada ujung kepalanya. Ciri tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis, kultur, dan mitologi daerah masing-masing.

Lesung gelung adalah cirri lesung dari daerah pedalaman atau pegunungan. Lesung kuya, lesung laut, dan lesung naga adalah ciri dari daerah pesisir pantai. Selain digunakan untuk menumbuk padi, lesung Sunda juga dipakai untuk ngagondang, yaitu seni tradisional sebagai hiburan masyarakat Jawa Barat. Selain itu juga lesung Sunda dipakai tutunggulan, yang berfungsi untuk menyampaikan berita kepada masyarakat.

Keberadaan lesung Sunda pada saat ini sangat sulit dijumpai, baik di kota maupun di desa awal lesung tersebut dipakai. Lesung Sunda kini dapat dijumpai di rumah makan, hotel, restoran, kafe dan rumah pribadi, terutama yang ada di kota Bandung. Walaupun telah berubah peran dan fungsinya, yaitu sebagai pajangan penghias ruangan, rak penyimpan pernak pernik, dan bisnis tempat-tempat tersbut telah menyelamatkan artefak Jawa Barat.(Danny: Tesis, 2013)

Kata  kunci: Lesung Sunda, Desa Mandalasari. Artefak.


No comments:

Post a Comment