Pergeseran Peran dan Fungsi Lesung Sunda : Kajian Sebuah
Artefak Sunda Di Desa Mandalasari Kecamatan Cipatat Rajamandala Kabupaten
Bandung Barat./Penyadur. Pustakawan Madya ISBI.
Lesung Sunda merupakan salah satu alat
pertanian yang telah mendampingi para petani dan ibu rumah tangga di Tatar
Sunda, sejak ratusan tahun yang lalu.
Lesung Sunda adalah alat untuk menumbuk padi
tradisional berbahan dasar kayu. Lesung Sunda ditemani halu sebagai alat
penumbuknya berupa tongkat panjang berbahan dasar sama dengan lesung. Lesung
dan halu ibarat lingga dan yoni, keduanya merupakan dualitas yang ada pada
budaya Sunda. Lesung Sunda memiliki cirri yang khas pada ujung kepalanya. Ciri
tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis, kultur, dan mitologi daerah
masing-masing.
Lesung gelung adalah cirri lesung dari daerah
pedalaman atau pegunungan. Lesung kuya, lesung laut, dan lesung naga adalah ciri
dari daerah pesisir pantai. Selain digunakan untuk menumbuk padi, lesung Sunda
juga dipakai untuk ngagondang, yaitu seni tradisional sebagai hiburan
masyarakat Jawa Barat. Selain itu juga lesung Sunda dipakai tutunggulan, yang
berfungsi untuk menyampaikan berita kepada masyarakat.
Keberadaan lesung Sunda pada saat ini sangat
sulit dijumpai, baik di kota maupun di desa awal lesung tersebut dipakai.
Lesung Sunda kini dapat dijumpai di rumah makan, hotel, restoran, kafe dan
rumah pribadi, terutama yang ada di kota Bandung. Walaupun telah berubah peran
dan fungsinya, yaitu sebagai pajangan penghias ruangan, rak penyimpan pernak
pernik, dan bisnis tempat-tempat tersbut telah menyelamatkan artefak Jawa
Barat.(Danny: Tesis, 2013)
Kata kunci: Lesung Sunda, Desa Mandalasari.
Artefak.
No comments:
Post a Comment