Wednesday, April 6, 2016

Transformasi Budaya Wawacan Jaran Sari di Desa Suganangan Kabupaten Kuningan

Transformasi Budaya Wawacan Jaran Sari di Desa Suganangan Kabupaten Kuningan: Tesis Pengkajian Seni/ Yudhie Purnama Giyataharja.- Bandung Pascasarjana STSI, 2014.
Xiii; 150 hal.; ill.: 23 cm.

Wawacan Jaran Sari merupakan wawacan yang berada di desa Suganangan Kabupaten Kuningan. Wawacan JS yang terdapat di Desa Suganangan itu menggunakan bahasa Jawa dengan tulisan Sansakerta dan di tiap-tiap halaman pada bagian bawahnya terdapat gambar-gambar. Desa suganangan termasuk wilayah Kabupaten Kuningan yang semua penduduknya menggunakan bahasa Sunda, sehingga tidak semua masyarakat dapat memahami secara rinci arti dari kisah Jaran Sari tersebut. Meskipun demikain, acara Wawacan JS itu selalu dilaksanakan secara turun temurun sampai sekarang ketika menyambut kehamilan pertama pada usia tujuh bulan yang dilaksanakan pada malam hari. Masyarakat setempat menyebut acara tersebut sebagai acara wawacan atau mamaca.

Pertunjukan Wawacan Jaran Sari dilaksanakan oleh empat sampai lima orang pemain. Pemain yang satu berperan sebagai juru baca yang bertugas membacakan syair pupuh yang bercerita, namun tidak menggunakan intonasi nada, tapi hanya dengan suara membaca biasa. Sementara pemain yang kedua dan seterusnya secara bergiliran menyanyikan bait pupuh dengan menggunakan nada sesuai dengan karakter pupuh yang dibaca pemain yang pertama.

Kegiatan Wawacan Jaran Sari di Desa Suganangan dapat bertahan sampai sekarang karena kesuksesan seniman terdahulu dalam karya yang adiluhung. Oleh karena itu, walaupun bahasa dalam naskah Wawacan Jaran Sari tidak dimengerti oleh masyarakat Suganangan sekarang, namun acara tersebut tetap dilaksanakan dan dilestarikan.

Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori transformasi budaya yang dikemukakan oleh Umar Kayam serta teori perubahan budaya yang kemukakan oleh Yakob Sumardjo. Wawacan Jaran Sari pada awalnya merupakan acara ritual, akan tetapi pada tahun 1968 pada kepemimpinan Arja Heryana terjadi perubahan social masyarakat Suganangan yangmembuat wawacan JS berfungsi sebagai acara hiburan. Berbeda dengan zaman sekarang, wawacan JS tidak lagi sebagai hiburan masyarakat, tapi acara wawacan JS dianggap sebagai acara adat yang perlu dilestarikan.

Kata Kunci: Wawacan, Jaran Sari, Suganangan, Transformasi.

No comments:

Post a Comment