REVITALISASI PERTUNJUKAN TEATER TRADISIONAL DUL MULUK
(Studi Kasus Kelompok Teater Pancarona Jambi Pada Pertunjukan Di TVRI)/
Oleh :Cerly Chairani Lubis : Bandung: Pascasarajana STSI, 2014
Penelitian ini merupakan sebuah kajian mengenai teater tradisional Dul Muluk Jambi khususnya konsep revitalisasi yang dilakukan kelompok teater Pancarona Jambi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif analisis, dan untuk memperdalam analisis fakta yang didapat, penulis menggunakan teori revitalisasi yang dikemukakan oleh Richard Wagner serta teori pewarisan budaya yang dikemukakan oleh Berry John W dan didukung juga dengan pendapat dari Van Perseun mengenai strategi budaya.
Penelitian ini mendeskripsikan tentang Dul Muluk yang dipentaskan dari jaman dulu hingga sekarang secara turun temurun sesuai dengan tuntutan jaman sekarang. Penelitian dilakukan melalui studi kasus revitalisasi yang dilakukan oleh Bonarti Lubis sebagai pimpinan kelompok teater Pancarona yang sampai saat ini masih bertahan untuk menampilkan Dul Muluk pada setiap pementasannya, baik di Jambi maupun di luar Jambi. Sadar akan kewajibannya sebagai pewaris budaya dan kesenian di Jambi, maka berbagai upaya pun dilakukan untuk tetap melestarikan kesenian teater tradisional Dul Muluk, salah satu caranya adalah dengan merevitalisasi pertunjukan Dul Muluk sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan jaman yang berorientasi pada relevansi kehidupan modern tetapi tidak meninggalkan kekhasan lamanya.
Revitalisasi dimaksudkan pada pengemasan ulang pertunjukan Dul Muluk dengan mempersingkat durasi pertunjukan menjadi kurang lebih satu jam, membawakan cerita-cerita yang lebih bervariasi sesuai dengan realita yang sedang terjadi saat ini, menampilkan tata busana serta tata rias yang lebih berwarna, dan juga memindahkan tempat pertunjukan, yang tadinya di panggung atau lapangan terbuka menjadi ke dalam studio TVRI yang tentunya didukung oleh teknologi tata cahaya dan artistik yang canggih. Selain itu, Dul Muluk yang telah masuk ke dalam program tetap TVRI Jambi itu disiarkan secara langsung sehingga para penonton khusunya masyarakat Jambi sekarang bisa menikmati tontonan tanpa harus menunggu moment-moment tertentu.
Upaya yang dilakukan oleh Pancarona bertujuan agar masyarakat tetap menyukai kesenian ini sehingga Dul Muluk tetap menjadi tontonan khususnya bagi masyarakat Jambi. Selain itu, perubahan kemasan dilakukan karena harus menyesuaikan dengan fasilitas jaman seperti media televisi yang bersifat komersil. Alasannya adalah bahwa mata penikmat telah dimanjakan dan dihibur oleh tontonan-tontonan yang menyegarkan mata melalui media televisi.
Kata Kunci: Revitalisasi, Teater Tradisi, Dul Muluk Jambi
No comments:
Post a Comment