Saturday, April 2, 2016

Kajian Fungsi dan Makna Pertunjukan Seni Beluk Di Kampung Yudha Asri

Kajian Fungsi dan Makna Pertunjukan Seni Beluk Di Kampung Yudha Asri Desa Mander Kecamatan Bandung Kabupaten Serang Provinsi Banten: Tesis Pengkajian Seni/ Fitri Meiliawati. – Bandung : Pascasarjana STSI, 2014.
Xiii; 115 hal.; ill.: 23 cm.

Kampung Yudha Asri merupakan suatu kampong yang sebagian besar masyarakatnya adalah pekerja seni, terutama kesenian tradisional Banten. Di kampung ini pula, pada tahun 1982 didirikan sanggar seni “Padepokan Asri Bangbuskolbebesanan” oleh Jupri Noor, yang bertujuan untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan Banten. Salah satu kesenian yang dilestarikan oleh sanggar ini adalah kesenian beluk.

Kata beluk berasal dari suku kata ba dan aluk. “Ba” artinya besar dan “aluk” artinya gorowok, atau dengan kata lain aluk itu merupakan pemberitahuan pada tetangga sekampung. Di lihat dari kajian historis-sosiologis, beluk lahir pada masyarakat ladang. Beluk merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan menggunakan lagu yang bersuara tinggi (meluk).

Bentuk pertunjukan seni beluk di Kampung Yudha Asri merupakan bentuk pertunjukan ritual dengan struktur pertunjukan yang dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap awal yaitu persiapan, tahap kedua penyajian, dan tahap ketiga penutup. Seni beluk memiliki lima fungsi diantaranya fungsi estetis, fungsi komunikasi, fungsi hiburan, fungsi pemersatu masyarakat, dan fungsi upacara keagamaan. Pertunjukan seni beluk memiliki makna yang terkandung dalam pertunjukannya yaitu makna religious, makna cultural dan makna social yang memiliki nilai bagi kehidupan masyarakat.

Kata kunci: Kampung Yudah Asri, Arti beluk, Pertunjukan, Fungsi Beluk.

No comments:

Post a Comment