Perkembangan dan Fungsi Kasidah di Tasikmalaya/Penuslis: Pustakawan Madya ISBI Bandung.
Kasidah adalah seni suara yang bernafaskan islam, dimana lagu-lagunya banyak mengandung unsur pesan moral yang dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama-irama Timur Tengah dengan diiringi alat music rebana. Di Tasikmalaya penyebutan kasidah pada awalnya lebih dikenal dengan istilah tagoni.
Kajian penelitian ini difokuskan pada perkembangan dan fungsi kasidah di Tasikmalaya.Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang meliputi pengumpulan data dari sumber lisan dan tulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebeklumnya, kasidah di tasikmalaya hanya terbagi 2 (dua) yaitu, kasidah rebana dan kasidah modern.
Seiring dengan perkembangannya, dewasa ini di Tasikmalaya kasidah berkembang menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu; kasidah rebana, kasidah modern, dan tagoni kreatif. Kasidah mempunyai beragam fungsi. Pada awalnya kasidah sebagai media siar keagamaan. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman yang terjadi pada masyarakat penikmat dan pelaku seni kasidah di Tasikmalaya, menyebabkan terjadinya sebuah perkembangan yang difungsikan untuk hiburan, pendidikan, dan comedian. ( Andy Kusmayadi: Dalam Tesisnya, 2013)
Kata Kunci: Kasidah, perkembangan, Tasikmalaya, Fungsi.
No comments:
Post a Comment